Ini Spesifikasi Lengkap Lumia 550, Lumia 750, dan Lumia 850

REDMOND – Spesisfikasi dari seri smartphone keluaran Microsoft terbaru, yakni Lumia 550, 750, dan 850 muncul ke publik. Bocoran spesifikasi smartphone tersebut tampaknya muncul langsung dari dokumen internal perusahaan yang berbasis di Redmond tersebut.

Dilansir laman Phone Arena, Jumat (24/7/2015), seri Lumia 550, 750, dan 850 masing-masing memiliki bentang layar yang sama, yakni 5 inci dengan slot microSD dan konektivitas jaringan HSPA, namun belum didukung 4G.

Lumia 550 menawarkan ukuran layar 540 x 960 piksel dan didukung prosesor Snapdragon 210 dengan RAM 1 GB dan memori internal 8 GB. Handset juga akan didukung kamera belakang 5 MP plus LED flash dengan kamera depan beresolusi 2 MP, fitur lain untuk smartphone tersebut meliputi kapasitas baterai 1.905 mAh, sensor GPS, sensor accelerometer.

Sedangkan untuk seri Lumia 750 , handset tersebut akan ditenagai prosesor Snapdargon 410 berkecepatan 1,2 GHz. Handset tersebut akan disokong RAM 1 GB dan memori internal 8 GB, serta resolusi layar HD di 720 x 1280.

Kamera belakang Lumia 750 akan dipersenjatai kamera belakang beresolusi 8 MP dengan optik Carl Zeiss, LED flash dan auto-focus, serta kemampuan merekam video 1080p. Semantara untuk kamera depan akan hadir dengan resolusi 5 megapiksel.

Sementara itu, seri Lumia 850 akan didukung prosesor Snapdragon 410 dengan kecepatan 1,4 GHz yang disandingkan dengan RAM 1 GB, dan memori internal 16 GB yang dapat diekpansi melalui microSD. Layar Lumia 850 akan didukung resolusi layar 768 x 1280 piksel, kamera 10 MP, dan kamera depan beresolusi 5 MP.

(amr)

http://techno.okezone.com/read/2015/07/24/57/1185039/ini-spesifikasi-lengkap-lumia-550-lumia-750-dan-lumia-850

Sony Rilis Xperia Z5 pada November 2015?

TOKYO – Sony memang telah merilis smartphone flagship pada tahun ini, yakni seri Xperia Z3 Plus atau Xperia Z4. Tak berakhir sampai di situ, Sony tampaknya akan kembali merilis seri flagship terbaru yaitu Xperia Z5.

Mengutip dari Phone Arena, Sabtu (25/7/2015), seri Xperia Z5 akan dipasarkan sebagai smartphone yang mengusung jargon “dibuat untuk Bond”. Hal tersebut tercermin dari dua gambar promo bertuliskan “Made for Bond, Xperia Z5”.

Gambar tersebut mengisyaratkan jika seri Xperia Z5 akan turut terlibat dalam film ke-24 dari agen 007 itu. film ke-24 James Bond sendiri rencananya didistribusikan oleh Columbia Pictures, rumah produksi milik Sony Pictures Entertainment.

Belum jelas betul apakan seri flagship terbaru yang nantinya digunakan dalam film James Bond benar-benar Xperia Z5 atau bukan. Namun, Sony dipercaya tak akan sembarangan mempromosikan smartphone dalam film James Bond, Xperia Z5 merupakan kandidat terkuat smartphone yang memang dibuat untuk Bond.

Menurut rumor terbaru, Xperia Z5 akan didukung Prosesor Snapdragon 810 dengan resolusi layar 1.080 x 1.920 piksel. Film ke-24 James Bond atau Spectre akan memulai debut pada 6 November. Sony juga diperkirakan mengumumkan Xperia Z5 sebelum film baru tersebut tayang.

(kem)

http://techno.okezone.com/read/2015/07/25/57/1185343/sony-rilis-xperia-z5-pada-november-2015

UMi Hammer S, Ponsel Mirip iPhone 6 Seharga Rp1,7 Juta

BEIJING – Produsen asal China, UMi, akan merilis sebuah smartphone yang diberi nama UMi Hammer S yang memiliki desain yang sangat mirip dengan seri iPhone 6.

Dilansir laman Phone Arena, Kamis (23/7/2015), teaser yang dirilis UMi mengungkap jika seri Hammer S yang sekilas tampak mirip dengan iPhone 6 akan dijual dengan harga terjangkau. Seri Hammer S akan hadir dengan bentang layar berukuran 5,5 inci, serta didukung oleh prosesor MediaTek 6735, RAM 2 GB, memori internal 16 GB, dan port USB Type-C.

Dari foto yang tersebar, smartphone Hammer S tampak menampilkan frame berbahan logam dengan desain layar tanpa bezel. Foto tersebut juga menunjukkan jika seri UMi Hammer S sedikit mirip dengan iPhone 6, kemiripan itu terpampang nyata terlihat dari bagian sisi smartphone dan juga tampilan antarmuka.

Seri UMi Hammer dibanderol seharga USD129,99 atau sekira Rp1,7 juta dan direncanakan akan dirilis pertama kali pada Agustus mendatang. Jika seri UMi Hammer S hanya memiliki sedikit kemiripan dengan iPhone 6, produsen asal China lainnya bahkan pernah memproduksi smartphone tiruan iPhone 6 bernama Blackview Ultra A6.

Blackview Ultra A6 yang dibanderol dengan harga USD100 atau sekira Rp1,2 jutaan merupakan smartphone Android lain produksi China yang menjadi perangkat kloning bagi iPhone 6.

(amr)

http://techno.okezone.com/read/2015/07/23/57/1184540/umi-hammer-s-ponsel-mirip-iphone-6-seharga-rp1-7-juta

Robot Punya Perasaan ?

Sebuah robot mungkin saja dirancang dengan sangat canggih sehingga mampu melakukan banyak hal. Bahkan, ada robot yang dibentuk menyerupai manusia. Namun, tetap saja robot tak akan mampu menyamai manusia. Pasalnya, manusia memiliki akal, pikiran, serta perasaan, yang rasanya mustahil untuk dimiliki robot.

Namun, tidak demikian halnya dengan Chappie. Chappie adalah robot ciptaan Deon Wilson (Dev Patel), teknisi dan pencipta robot. Tak seperti kebanyakan robot yang “kosong”, Chappie dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kecenderungan layaknya manusia karena bisa berpikir dan memiliki perasaan seperti manusia.

Chappie merupakan karya lain Deon, setelah sebelumnya sukses menciptakan robot-robot polisi, yang diberi nama Scout, untuk membantu kepolisian mengatasi kejahataan dan kriminalitas. Pasukan robot Scout pun dipasang sebagai penjaga utama kota dari kejahatan, sementara polisi manusia hanya menjadi cadangan. Berkat adanya Scout, tingkat kriminalitas di Kota Johannesburg berkurang secara signifikan.

Secara fisik, Chappie memiliki bentuk serupa dengan Scout. Bedanya, Chappie memiliki sifat manusia. Sayangnya, kelebihan Chappie tersebut dimanfaatkan sekelompok penjahat; yang beranggotakan Ninja (Ninja), Yolandi (Yo-Landi Visser), dan Yankie (Jose Pablo Cantillo), untuk memudahkan mereka melakukan tindakan kriminal.

Kini, Deon harus berhadapan dengan kenyataan bahwa robot Chappie telah mendapat pengaruh buruk dari para penjahat. Selain itu, Deon juga mendapatkan pertentangan dari rekan kerjanya sesama teknisi robot bernama Vincent Moore (Hugh Jackman). Keduanya memang memiliki pandangan jauh berbeda mengenai robot.

Demikianlah sekelumit permasalahan yang ada dalam film Chappie karya Neill Blomkamp (Distric 9, Elysium). Melalui Chappie, Blomkamp kembali membuktikan kepiawaiannya menggarap film-film bergenre fiksi-ilmiah.

Berpikir
Kendati demikian, dalam film Chappie penonton tak akan mendapatkan pemandangan dunia futuristik seperti halnya dalam film Elysium dan kebanyakan film dari genre ini. Karena itu, visualisasi mungkin bukan kelebihan dari film berdurasi 120 menit ini.

Namun, Chappie membawa pandangan kita terhadap robot ke tingkat dan dimensi berbeda. Jika biasanya robot hanya dibuat untuk melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan manusia, kini robot juga bisa didesain untuk berpikir, memiliki perasaan, dan menentukan benar atau salah.
Bahkan, ketika Chappie berhasil dibuat, ia tak langsung bisa melakukan segalanya. Bak seorang anak kecil yang baru lahir, ia juga belum bisa berbicara, takut bertemu orang baru, dan tidak tahu nama benda, warna, dan lain sebagainya. Benar-benar manusiawi, bukan?

Hal inilah yang membuat film Chappie unik dibandingkan film-film bertema robot lainnya. Momen ketika Chappie belajar berbagai hal baru pun menjadi salah satu yang sangat menarik untuk ditonton. Tak jarang, penonton dibuat tergelak melihat tingkah robot yang satu ini.

Tentu saja film keluaran Columbia Pictures ini juga menghadirkan unsur laga di dalamnya. Aksi pertempuran Chappie dan Moose, robot ciptaan Vincent, menjadi salah satu adegan yang akan membuat penonton menahan napas. Special effect-nya memang tidak terlalu istimewa, namun Blomkamp menyuguhkan beberapa twist, yang berhasil mengejutkan penonton.

Sayangnya, akting beberapa pemainnya masih terasa kurang menjiwai. Bisa jadi karena Blomkamp ingin menonjolkan karakter Chappie. Namun, jika Anda ingin menyaksikan aksi si “Wolverine” Hugh Jackman sebagai orang jahat, film ini mungkin bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengisi akhir pekan.

Sumber : Sinar Harapan

Project Ara? Google

Google tak hanya memiliki proyek Google Glass yang menghebohkan, tetapi juga Project Ara yang banyak dibicarakan masyarakat. Anda ingin tahu alasannya? Karena Project Ara hendak mewujudkan mimpi merakit ponsel sendiri seperti halnya merakit komputer. Berikut fakta-fakta Project Ara yang perlu diketahui.

1. Advanced Technology and Projects (ATAP)

Project Ara sebenarnya bagian dari grup Advanced Technology and Projects (ATAP). Grup ini bagian dari Motorola Mobility yang dipertahankan Google ketika akhirnya Motorola dijual ke Lenovo.

2. Tahun 2015

Ponsel Project Ara saat ini masih dalam tahap pengembangan dan direncanakan dijual tahun 2015.

3. Harga $50

Google berharap dapat menjual Grey Phone (Project Ara) seharga $50 untuk kelas entry level. Grey Phone ini sudah memiliki komponen layar, baterai, prosesor, dan modul Wi-Fi.

Sementara untuk kelas high end Google berencana menjualnya seharga $500. Menurut Paul Eremenko (ketua Project Ara), ponsel rakitan Google ini tidak dijual di pasar tradisional, melainkan melalui toko online.

4. Ukuran

Ukuran ponsel Project Ara ada tiga. Yakni ukuran Mini (45 x 118 x 9.7 mm / slot modul 2×5), Medium (68 x 141 x 9.7 mm / slot modul 3×6) dan Large (91 x 164 x 9.7 mm / slot modul 4×7). Dengan kata lain semua ukuran ponsel kecil hingga phablet tersedia.

5. Modul

Modul Project Ara berbentuk ubin dinamai Endo dan memiliki sifat endoskeleton, dapat terhubung dengan kerangka ponsel via electropermanet magnet. Dengan kata lain untuk menempel dan melepas Endo ke kerangka ponsel menggunakan teknologi magnet.

Agar Endo dapat dipasang/dilepas dari kerangka ponsel dibutuhkan energi listrik. Namun ketika Endo sudah menempel pada kerangka ponsel tak lagi dibutuhkan energi listrik.

Nantinya akan banyak pengembang membuat modul menggunakan open source MDK yang dirilis Google. Kamera, baterai, antena, processor dan komponen apapun yang dapat dimuat ke modul akan tersedia. Kerangka modul akan dicetak 3D sesuai dengan desain yang ditentukan pengguna.

6. Membeli Modul

Google akan menjual modul via toko online yang bekerja sama Google Play Store. Untuk membantu anda membeli modul, Google memiliki 3 sistem potensial. Pertama adalah Google menjual Grey Phone dan mengijinkan pembeli untuk membeli modul menggunakan aplikasi yang mendemonstrasikan fungsi modul yang dipilih.

Yang kedua adalah memakai telepon teman dengan memanfaatkan mode tamu (guest mode) untuk menguji modul di telepon tersebut. Sistem ketiga adalah melalui kiosk pop-up fisik.

7. Android

Saat ini sistem operasi Android belum mendukung sistem modul, namun diharapkan pada awal tahun 2015, Android sudah dapat mendukung driver untuk hardware dinamis dari ponsel rakitan ini.

8. Prototipe

Prototipe ponsel Project Ara akan ditunjukan pada bulan September tahun ini. Prototipe yang ditunjukkan saat ini bahkan tak memiliki sistem electropermanent magnet. Tim Project Ara menggunakan klip untuk menjaga modul tetap ditempat. Power bus juga masih dikerjakan. Bahkan prototipe saat ini memiliki layar yang retak!

9. Modul Dapat Memiliki Banyak Fungsi

Modul dapat memiliki banyak fitur bila pengembang memang menanamkannya. Sebuah modul layar yang menghadap belakang bisa saja dimanfaatkan sebagai baterai kecil untuk mengimbangi daya listrik yang terkuras. Bila memang pengembang dapat memanfaatkannya, mengapa tidak.

10. Mengapa Anda Butuh?

Project Ara berharap dapat memperpanjang umur ponsel lima-enam tahun. Lebih lama dari umur kebanyakan ponsel pintar saat ini. Daripada membeli ponsel baru setiap dua tahun sekali, anda cukup mengganti modul baru untuk processor atau kamera megapiksel terkini. Satu hal lagi, pelajaran dari retaknya layar prototipe Project Ara adalah anda dapat dengan cepat mengganti layar tanpa harus mengirimnya ke pusat service.

11. Mengapa Pengembang Butuh?

Sistem modular memungkinkan pengembang membuat perangkat hardware/software yang langsung terhubung dengan ponsel. Hal ini juga menghapus kendala pasar industri mainstream yang mana perangkat yang dibuat harus berkompromi dengan Bluetooth, Wi-Fi dan sebagainya. Sistem modular akan menciptakan pasar baru, yakni pasar ponsel rakitan.

http://www.hptekno.com/2014/04/17/project-ara-ponsel-rakitan-google/

Free Wifi Gunung Fujiyama !!

“Di gunung susah sinyal internet “ mungkin itu bakal jadi cerita lama, karena belum lama ini di Negara Jepang , tepatnya di Gunung Fuji Tokyo, kita para pendaki bisa menikmanti akses free wifi !

di kutip dari okezon.news “Sebuah jaringan ponsel Jepang mengatakan akan mulai menawarkan layanan Internet nirkabel itu hari ini di delapan titik di gunung paling terkenal di Jepang itu, termasuk di puncak yang setinggi 3.776 meter. Inisiatif tersebut bertujuan untuk menarik lebih banyak turis asing ke Shizuoka dan Yamanashi, dua prefektur yang menjadi daerah lokasi Gunung Fuji. Dari bandar udara ke kereta bawah tanah dan operator bus, Jepang telah memperluas layanan WiFi gratisnya untuk bersiap dengan Olimpiade Tokoyo 2020.”

Untuk bisa mendapat kan akses Free Wifi ini para pengguna Wi-Fi di Gunung Fuji harus memasukkan nama pengguna dan kata kunci yang disediakan dalam brosur berbahasa Inggris, China dan Korea. Brosur tersebut akan didistribusikan di beberapa jalur pendakian. NTT DOCOMO Inc. akan menyediakan layanan tersebut selama 72 jam.

http://news.okezone.com/read/2015/07/10/18/1179790/jepang-luncurkan-wifi-gratis-di-gunung-fuji

Macam- Macam Profesi di Bidang Teknologi Informasi

Berikut ini merupakan daftar beberapa profesi di bidang IT beserta deskripsi sederhananya.
1. Programmer/Developer
Profesi programmer/developer adalah profesi yang paling sering terdengar, karena profesi ini sudah ada sejak diciptakannya komputer itu sendiri. Profesional dalam bidang software development dan consulting umumnya pernah meniti karir sebagai seorang programmer. Keahlian dalam algoritma dan penguasaan terhadap salah satu atau beberapa bahasa memprograman mutlak diperlukan oleh seorang programmer. Programer adalah profesi inti dan tulang punggung dalam software development karena tidak akan terwujud sebuah software aplikasi tanpa adanya programmer, sedangkan tanpa didukung profesi lainnya, seorang programmer dapat membuat sebuah aplikasi yang berguna walaupun dengan cakupan terbatas.
Berdasarkan jenis programming dan output yang dihasilkan, programmer sendiri ada beberapa macam yaitu:
2. Hardware Programmer
Hardware programmer sebenarnya adalah bagian dari hardware engineer. Sesuai namanya, mereka melakukan programming secara low level terhadap hardware, misalnya mikrokontroler, embeded sistem, PLC atau device lainnya. Pada awal diciptakannya komputer, programmer jenis ini lebih dominan karena cara memprogram komputer waktu itu mirip dengan cara memprogram mikrokontroller saat ini. Bahasa yang digunakan dulunya adalah bahasa mesin tetapi saat ini cenderung digunakan bahasa assembly dan C.
3. System Programmer
Dalam pekerjaannya, system programmer menggunakan low level dan medium level language. Biasanya mereka dipekerjakan dalam pengembangan sistem operasi dan modul-modul pendukungnya. Para pengembangan driver untuk periferal dan programming dalam SIM/UIM card juga digolongkan ke programmer jenis ini. Perbedaan system programmer dengan hardware programmer adalah: System programmer bekerja pada tahap pengembangan suatu platform / sistem operasi atau yang terkait erat dengannya untuk dijadikan sebagai landasan (platform) bagi pengembangan selanjutnya, sedangkan hardware programmer bekerja pada tahap implementasi suatu produk agar sesuai dengan requirement end user. Programmer jenis ini biasa menggunakan bahasa Assembly, C/C++ dan kemungkinan C# dikemudian hari bila sistem operasi yang menggunakan managed code (.Net) benar-benar diluncurkan.
4. Application Programmer
Bagi yang sering mendengar profesi “Application Developer”, “Software Developer”, “Web Developer”, “Enterprise Developer” atau “Developer” saja, profesi-profesi tersebut tergolong sebagai Application programmer. Programmer jenis inilah yang paling banyak dan populer di dunia kerja terutama di Indonesia. Hal ini disebabkan karena aplikasi adalah jenis software yang paling banyak di gunakan.
Perbedaan istilah “application” dengan “software”. Singkatnya, dalam dunia IT, yang disebut application sudah pasti adalah sebuah software, sedangkan software belum tentu sebuah application. Software yang bukan termasuk aplikasi contohnya adalah operating system, device driver, protocol dll. Sedangkan yang dikenal sebagai aplikasi adalah software seperti office suite, image editor, games, sistem informasi retail/swalayan, sistem informasi pendidikan, sistem informasi hotel/retaurant, sistem informasi manajeman gudang, sistem informasi logistik, ERP (Enterprise Resource Planning), SCM (Suply Chain Managemant), CRM (Customer Relationship Managemant) , sistem bank, sistem airline dan masih banyak lainnya.
Dalam pekerjaannya, application programmer menggunakan high level language seperti Java, C#, Visual Basic (VB), VB.Net, Delphi, PHP dll. Dengan menggunakan high level language, proses pengembangan akan lebih mudah dan lebih cepat. Hal ini sesuai dengan tuntutan kebutuhan customer yang terus berkembang dengan cepat.
Dalam hal cakupan keahlian yang dibutuhkan, secara kasar jenis aplikasi dapat dibagi menjadi:
Desktop Application (aplikasi yang berwujud Windows Form, WPF, XWindows atau jenis GUI lainnya yang berjalan di O/S masing-masing)
Web Application (aplikasi yang user interface-nya berwujud HTML dan diakses dengan web browser, biasa dikembangkan dengan framework PHP, ASP.Net, Java, Spring, Ruby on Rails dll )
Database Application (aplikasi yang memerlukan akses ke database menggunakan teknologi seperti ADO.Net, OLEDB, ODBC, JDBC, ORM, Hibernate dll)
Distributed Application (aplikasi terdistribusi/server service seperti Web Service, J2EE, WCF, COM+ dll)
Walaupun digolongkan dalam ke empat macam keahlian tersebut, seringkali seorang application programmer harus memiliki keahlian di beberapa jenis aplikasi untuk dapat menghasilkan aplikasi yang berguna. Contohnya: Web programmer harus memiliki kemampuan dalam web application dan database application untuk dapat mengembangkan aplikasi web yang memerlukan database sebagai penyimpanan data. Tidak sedikit pula programmer yang memiliki keahlian di seluruh jenis aplikasi sehingga sering disebut disebut enterprise application developer.
Programmer/Developer:

Tugas:
Membangun/mengembangkan software terutama pada tahap construction dengan melakukan coding dengan bahasa pemprograman yang ditentukan
Mengimplementasikan requiremant dan desain proses bisnis ke komputer dengan menggunakan algoritma /logika dan bahasa pemprograman
Melakukan testing terhadap software bila diperlukan
Keahlian yang Diperlukan:
Menguasai Algoritma dan logika pemprograman (ini penting sekali)
Memahami metode, best practice dan tool/pemodelan pemprograman seperti OOP, design pattern, UML (kemampuan membaca dan menerapkan)
Menguasai salah satu atau beberapa bahasa pemprograman populer seperti C++, VB, PHP, C#, Java, Ruby dll (untuk web developer perlu juga menguasai HTML, DHTML, CSS, JavaScript dan AJAX)
Memahami RDBMS dan SQL (Structured Query Language)
Menguasai bahasa Inggris (hal ini sangat penting saat ini karena bahasa en-US merupakan bahasa ibu di dunia IT)
Latar Belakang:
Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi

5. System Analyst
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, kebutuhan aplikasi komputer semakin kompleks. Ada kalanya proses bisnis dan permasalahan dalam suatu organisasi cukup kompleks untuk dijabarkan secara langsung ke sebuah software aplikasi. Biasanya para manajer/direksi perusahaan memahami secara detail mengenai proses bisnis di perusahaannya, misalnya dari sejak procurement, purchasing, manufacturing, warehousing, marketing, accounting dll, tetapi mereka biasanya kurang memahami mengenai bagaimana implementasinya secara teknis dalam software aplikasi. Kemudian seorang programmer biasanya terlalu berkutat dengan coding, algoritma dan hal-hal yang technical sehingga kadang mengalami kesulitan dalam memahami proses bisnis menyeluruh yang umumnya terjadi di organisasi/perusahaan tertentu.
Untuk menjembatani celah ini, maka diperlukan seorang “System Analyst”. Seorang system analyst di satu sisi diharuskan memiliki keahlian dalam menganalisis proses bisnis (problem domain) untuk dapat menghasilkan sebuah SRS (software Requiremant Spesification) dan di sisi lain menguasai aspek technical dan implementasinya dalam software aplikasi (solution domain) untuk dapat menghasilkan DDD (Detailed Design Document). Seorang system analyst biasanya berangkat dari seorang programmer yang sudah mahir dan berpengalaman dalam software development. Kemampuannya dalam menangkap requirement dan proses bisnis, ketajaman analisis mengenai celah-celah dalam sistem serta kemampuan merekomendasikan solusi terbaik secara technical sangat diperlukan dalam mengembangkan software yang berkualitas dan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja proses bisnis suatu organisasi.
System analyst bekerja pada tahap requirement dan design, walaupun kadangkala juga diperlukan untuk menyeberang dari tahap requirement dan design ke tahap construction/implementaion (coding/programming). Tentunya ini wajar karena biasanya seorang system analyst dahulunya juga seorang programmer. Tetapi seorang yang benar-benar diposisikan sebagai system analyst, tugas utamanya adalah membuat requirement dan desain software.
Catatan:
Untuk mengetahui lebih detail mengenai tahap pengembangan software (SDLC) akan saya jelaskan di artikel lainnya.
Kita sering mendengar istilah Programmer Analyst atau Analyst Programmer. Kedua profesi ini terdengar mirip, hanya saja dominasi pekerjaannya yang lebih ditekankan untuk diletakkan di depan istilah tersebut. Programmer Analyst adalah seorang programmer yang kadang kala bekerja sebagai system analyst tetapi dengan porsi yang lebih sedikit daripada sebagai programmer. Begitu pula sebaliknya untuk Analyst Programmer. Saya tidak bisa memastikan apakah penggunaan istilah itu benar secara bahasa tetapi profesi/posisi semacam itu memang ada di dunia kerja dan dicantumkan dalam iklan lowongan pekerjaan.
System Analyst:
Tugas:
Membangun/mengembangkan software terutama pada tahap requirement, design dan sebagian dalam tahap construction/implementation
Membuat dokumen requiremant dan desain software berdasarkan proses bisnis customer/client
Membuat proposal dan mempresentasikannya di hadapan stake holder / customer / client
Membuat desain database bila aplikasi yang akan di bangun memerlukan database
Membangun/mengembangkan framework/library untuk digunakan dalam pengembangan software oleh programmer
Keahlian yang Diperlukan:
Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer
Menguasai metode, best practice pemprograman dan tool/pemodelan pemprograman seperti OOP, design pattern, UML (kemampuan membangun/mendesain)
Menguasai SQL, ERD dan RDBMS secara lebih mendalam
Memahami tentang arsitektur aplikasi dan teknologi terkini
Latar Belakang:
Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi

6. Software Quality Assurance Engineer
Software Quality Assurance (SQA) engineer mungkin agak jarang terdengar di dunia kerja. Hal ini mungkin karena di Indonesia belum banyak lowongan kerja yang mencantumkan posisi ini. Bila anda pernah mendengar posisi “Software Tester”, maka itu termasuk dalam profesi ini. Salah satu tugas SQA engineer memang melakukan testing terhadap software, tetapi bukan itu saja sebenarnya pekerjaan profesi ini.
Dalam perusahaan software development yang cukup mapan dan telah menangani banyak proyek besar, SQA engineer sangat diperlukan terutama untuk menghasilkan software yang berkualitas. Tugas SQA engineer diantaranya adalah melakukan “quality assurance” (QA) dan “quality check” (QC) terhadap software. Pengembangan software harus sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan (QA) dan harus melalui proses testing (QC) yang sesuai. Di sinilah tugas SQA engineer untuk memonitor proses software development dan memperbaiki standar yang ada (improve) bila masi memiliki kelemahan.
Dalam software development, terdapat beberapa resiko yang ditanggung oleh para stake holders. Seperti terjadinya bug/defect, waktu pengembangan yang semakin panjang, resource yang semakin bertambah ataupun kendala-kendala lain yang tidak diperkirakan sebelumnya. Tugas SQA engineer yang persifat preventif adalah dengan meminimalisir resiko-resiko ini.
Untuk menilai kemapanan sebuah perusahaan, terutama yang bergerak dalam bidang software development, terdapat beberapa standar seperti CMMI Capability Maturity Model Integration. Singkatnya, makin tinggi level CMMI sebuah perusahaan, resiko project yang ditanganinya akan semakin kecil. Dengan begitu perusahaan dengan level CMMI yang tinggi dianggap sudah mapan dan dipercaya untuk mengerjakan proyek-proyek besar. Salah satu tugas SQA engineer adalah mengusahakan agar perusahaannya lulus sertifikasi CMMI di level tertentu.
Software Quality Assurance Engineer:

Tugas:
1. Memonitor jalannya proyek software development apakah sudah sesuai dengan standar dan prosedur yang ada
2. Merancang dan membuat test case / skenario software testing
3. Melakukan testing sesuai dengan test case / scenario
4. Merumuskan dan merancang peningkatkan efisiensi dan efektifitas standar proses yang digunakan
Keahlian yang Diperlukan:
Menguasai hal-hal yang berhubungan dengan software testing (test plan, test case, testing automation, functionality testing, regression testing dll)
Memahami tentang perinsip kerja software sesuai dengan platformnya masing-masing
Memahami tentang SDLC dan metodologi software development seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll
Memahami standarisasi seperti CMMI
Menguasai penulisan dokumen dan komunikasi verbal dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)
Latar Belakang:
Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika

7. Software Engineer
Profesi software engineer sebenarnya ada kemiripannya dengan profesi programmer, system analyst ataupun SQA engineer. Yang membedakannya adalah software engineer memerlukan keahlian lebih mendalam dalam hal SDLC (Software Development Life Cycle) yaitu seluruh proses yang harus dijalani dalam pengembangan software. Pada level tertentu, seorang software engineer juga harus menguasai manajeman proyek software development. Salah satu standar SDLC yang umum digunakan dalam software engineering adalah SWEBOK (Software Engineering Body of Knowledge).
Kompleksitas dalam software develompment dari tahun-ketahun semakin kompleks dan jauh lebih kompleks dibandingkan pada saat awal komputer diciptakan. Untuk itulah para ahli dalam bidang software engineering menyusun berbagai metodologi untuk mengoptimalkan software development process agar dapat menghasilkan produk software yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Keahlian unik seorang software engineer adalah kemampuannya untuk merekomendasikan dan menerapkan metodologi software development terbaik dalam sebuah proyek. Metode-metode software development populer seperti RUP, Agile, Scrum, XP, TDD, BDD memiliki keunggulan dan kelemahan dan tentunya diperlukan keahlian dan pengalaman dalam merekomendasikan dan mengimplementasikan metode yang paling cocok dalam sebuah proyek software development.
Bila programmer dan system analyst ada yang dipekerjakan di perusahaan-perusahaan yang core business-nya bukan software, software engineer umumnya dipekerjakan di perusahaan-perusahaan software development. Bila sebuah perusahaan memerlukan karyawan dengan posisi software engineer, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut memerlukan karyawan yang dapat ditempatkan secara fleksibel. Misalnya di sebuah proyek, karyawan A dapat diposisikan sebagai programmer dalam tahap construction, sedangkan dalam proyek lainnya si A dapat diposisikan sebagai system analyst dalam tahap requirement dan design. Dapat pula si A diposisikan sebagai software tester, SQA engineer ataupun di posisi mana saja dalam SDLC.
Kemampuan untuk menguasai seluruh disiplin dalam SDLC tidak membuat software engineer selalu lebih unggul daripada programmer, system analyst atau SQA engineer. Pada tingkatan yang sama, misalnya pengalaman kerja 5 tahun, seorang sistem analyst tentunya lebih ahli dalam menangkap requirement dan bisnis proses serta membuat proposal. Seorang programmer tentunya lebih menguasai secara mendalam bahasa pemprograman dan IDE (Integrated Development Environment) tools serta trik-trik tertentu dalam bahasa pemprograman. Seorang SQA engineer lebih menguasai software testing dan quality assurance. Diluar hal itu, semuanya bergantung pada pribadi masing-masing dalam mengembangkan keahliannya di profesi apapun.
Software Engineer:
Tugas:
Melakukan tugas-tugas programmer, system analyst dan sebagian tugas SQA engineer
Merekomendasikan dan menerapkan metodologi terbaik dalam sebuah proyek software development
Keahlian yang Diperlukan:
Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer, system analyst dan SQA engineer (dalam porsi yang lebih sedikit)
Menguasai SDLC berdasarkan SWEBOK (requirement, design, implementation/construction, testing, maintenance)
Menguasai metodologi software development seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll
Latar Belakang:
Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi

8. Database Administrator (DBA)
Profesi Database Administrator (DBA) terkait erat dengan programmer dan system analyst. Seorang DBA biasanya pernah menjadi seorang programmer tetapi pekerjaannya lebih sering berkaitan dengan database. Perbedaannya dengan database application programmer adalah seorang DBA memiliki keahlian lebih mendalam dalam hal desain, optimasi dan manajemen RDBMS (Relational Database Managemant System) tertentu seperti Oracle, SQL Server, MySQL dll. Tentunya penguasaan terhadap SQL (Structured Query Language) mutlak diperlukan. DBA harus memiliki keahlian menterjemahkan requirement proses bisnis ke obyek-obyek dalam database seperti tabel, query\view dan stored procedure disamping keahliannya dalam optimasi database seperti tuning, indexing, clustering, backup data, maintain high availability dan sebagainya.
Salah satu tugas sehari-hari seorang DBA adalah memaintain database baik produksi, backup maupun development dalam perusahaan yang membutuhkan aplikasi database berskala besar untuk operasionalnya sehari-hari. Karena itu selain hal-hal yang berhubungan dengan software, seorang DBA juga perlu memahami beberapa hal tentang hardware seperti teknologi server, storage devices dll agar dapat merekomendasikan database yang optimal. Pengetahuan tentang server clustering, storage array network (SAN), RAID, backup devices dan optimalisasinya merupakan keahlian unik seorang DBA.
Dengan semakin berkembangnya berbagai teknologi ORM (object relational mapping), maka di kemudian hari pekerjaan programmer dan DBA akan semakin dapat dipisahkan. Bila di masa lalu banyak programmer yang merangkap sebagai DBA, di masa depan bisa jadi programmer semakin jarang menggunakan SQL karena semuanya sudah ditangani oleh komponen ORM. Di sinilah perbedaan bidang keahlian seorang DBA menjadi lebih terlihat dibandingkan dengan seorang programmer.
Dahulu untuk mencari orang yang memiliki keahlian dalam bidang jaringan, server dan database, Hasilnya orang seperti itu tidak pernah ditemukan, karena itu sama saja menggabungkan kemampuan System Administrator dengan Database Administrator. Seorang System Administrator berlatar belakang computer system & networking Seorang DBA sebenarnya berlatar belakang software development. Dua hal tersebut bagaikan jalan bercabang yang harus dipilih oleh seorang profesional IT di awal karirnya.
Database Administrator:
Tugas:
Merancang dan membangun database dalam sebuah system
Merekomendasikan solusi terbaik dalam implementasi database baik dalam hal software maupun hardware
Memaintain database agar dapat berjalan dengan baik dan optimal
Keahlian yang Diperlukan:
Menguasai ERD, SQL dan desain database secara mendalam
Menguasai berbagai teknik optimalisasi/tuning, backup dan maintain database
Menguasai secara mendalam salah satu atau lebih RDBMS beserta tools yang ada.
Memahami tentang salah satu platform/bahasa pemprograman untuk mengakses database
Menguasai teknologi server, storage, operating system yang berkaitan dengan implementasi database
Latar Belakang:
Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer

9. Software Architect
Software architect atau kadang disebut juga sebagai Technical Architect biasanya bekerja di perusahaan software development yang memiliki produk-produk software yang cukup besar dan kompleks. software architect bertugas untuk mendesain dan merekomendasikan secara technical mengenai bagaimana dan apa yang diperlukan dalam mengembangkan produk software tersebut. Profesional di bidang ini biasanya pernah meniti karir sebagai programmer, software engineer atau system analyst.
Bila system analyst harus memiliki pengetahuan yang berimbang antara proses bisnis (problem domain) dan software technology (solution domain), seorang architect dituntut untuk menguasai software technology secara lebih mendalam. Kemampuannya dalam hal technical sangat diperlukan dalam proyek-proyek software development berskala besar dan kompleks, dimana keputusan dalam pemilihan teknologi yang paling tepat dan penguasaanya sangat menentukan kesuksesan proyek. Keahlian utama seorang software architect adalah dalam bidang software design dan software development technology.
Software Architect:
Tugas:
Merekomendasikan teknologi yang paling cocok untuk mengembangkan produk software
Membuat standar-standar software development yang akan digunakan oleh tim programmer / developer
Membuat rancangan/desain software dan proses pengembangannya secara keseluruhan
Keahlian yang Diperlukan:
Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer, system analyst dan software engineer
Menguasai secara mendalam tentang software development technology
Menguasai penulisan dokumen dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)
Latar Belakang:
Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Manajemen Informatika

10. Software Implementer
Software implementer kadang desebut sebagai “Implementer” atau “Software Support”. Profesi ini kedengarannya mirip dengan “System Support” di dunia Computer System & Networking (lihat di “Profesi di dunia IT Bagian 1″). Memang secara pekerjaan ada kemiripan, tetapi sesuai penamaannya, dalam hal sesuatu yang disupport tentu sudah terlihat perbedaannya. Profesi software implementer tidak tergolong dalam bidang software development melainkan lebih dekat ke bidang software consulting
Seorang software implementer/support bertugas men-support produk software yang akan diimplementasikan di sisi client/customer baik instalasi setting konfigurasi, modifikasi dan pelatihan untuk user-usernya. Umumnya software support tidak berurusan dengan masalah hardware/jaringan melainkan lebih ke produk software yang di support. seorang software implementer/support dibutuhkan dalam implementasi software yang cukup besar dan kompleks seperti software perbankan, asuransi, airline dll
Software Implementer / Support
Tugas:
Melakukan instalasi/implementasi serta setting produk software di sisi client/customer
Memelihara dan memastikan software yang sudah diimplementasikan berjalan dengan baik
Melakuakan troubleshooting terhadap produk software
Memberikan pelatihan (training) kepada para pengguna software
Keahlian yang Diperlukan:
Menguasai secara mendalam produk software yang akan diimplementasikan
Menguasai teknologi platform / sistem poperasi/ middleware (bila ada) yang dibutuhkan oleh produk software yang disupport
Memahami insalasi, setting & troubleshooting produk software yang diimplementasikan
Latar Belakang:
Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Komputer, Teknik Elektro (Pemusatan Studi Komputer)

11. Technical Consultant
Technical Consultan atau kadang disebut sebagai “Consultant” saja sesuai namanya bekerja sebagai konsultan IT. Tugas utama seorang konsultan adalah merekomendasika solusi teknologi IT terbaik untuk memecahkan masalah yang ada. Bila seorang software architect lebih menguasai solution domain, seorang technical consultant lebih menguasai problem domain. Seorang technical consultant mirip seorang system analyst yang lebih sering membuat konsep proses bisnis dan requirment daripada melakukan design atau coding. Technical consultant tentunya juga menguasai teknologi software development tetapi pada level yang lebih umum dan luas (high level) dan lebih condong termasuk dalam bidang software consulting.
Berbeda dengan software architect yang lebih banyak bekerja secara internal dalam perusahaan, technical consultant lebih banyak bekerja untuk memberikan konsultasi kepada client/customer dan lebih banyak berhadapan dengan banyak orang. Untuk itu dibutuhkan interpersonal dan writing skill yang memadai.
Apabila anda sering mendengar istilah ERP (Enterprise Resource Planning) consultant, profesi tersebut termasuk dalam technical consultant. seorang ERP consultant tentunya harus menguasai proses bisnis enterprise dan bagaimana mengimplementasikannya dalam produk software yang dikuasai / direkomndasikannya. Pada tulisan mengenai “Profesi di dunia IT Bagian 1″, IT specialist mirip dengan technical consultant dalam hal rekomendasi dan implementasi IT. Perbedaannya adalah, technical consultant lebih menguasai proses bisnis dan software sedangkan IT specialist lebih meguasai hardware dan jaringan serta software secara garis besar.
Bila bekerja pada perusahaan yang menjual produk software, technical consultant biasanya lebih banyak bekerja pada tahap pre-sales. Pada tahap implementasi, technical consultant bekerja sama dengan software implementer. Setelah software terimplementasi (after sales), software implementer / support akan lebih banyak berperan dalam operasionalnya. Technical consultant akan diperlukan lagi bila ada perubahan proses bisnis, modifikasi atau penambahan modul yang cukup kompleks dalam software tersebut
Technical Consultant:
Tugas:
Memberikan konsultansi/rekomendasi mengenai solusi IT terbaik untuk memecahkan masalah
Membuat dokumen seperti proposal, requirement dan desain software secara umum
Melakukan pelatihan (training) kepada para pengguna software
Keahlian yang Diperlukan:
Berpengalaman dan menguasai berbagai macam proses bisnis enterprise atau jenis bisnis terentu
Menguasai teknologi IT secara luas
Menguasai secara mendalam tentang solusi software yang direkomendasikan
Menguasai penulisan dokumen dan komunikasi verbal dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)
Latar Belakang:
Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Komputer, Teknik Elektro (Pemusatan Studi Komputer)

12. User Interface Designer
Mungkin anda agak jarang mendengar nama profesi seperti ini karena memang istilah ini jarang digunakan. Ada iklan lowongan pekerjaan yang menggunakan istilah “User Interface Designer”, tetapi lebih sering digunakan istilah “Web Designer” untuk posisi tersebut.
Profesi yang terakhir ini memang agak sedikit berbeda dengan profesi-profesi sebelumnya karena orang-orang sukses di bidang ini umumnya memiliki bakat seni sekaligus kemampuan technical. Seorang user interface designer harus dapat membuat desain web yang manis, serasi, user friendly tetapi tetap efisien karena Internet memiliki bandwidth yang terbatas. Karena profesional di bidang ini lebih sering dipekerjakan dalam web development, maka profesi ini lebih sering disebut sebagai web designer.
Selain menguasai programming terutama web programming, seorang web designer juga harus menguasai tools dalam image design dan animasi seperti produk-produk Adobe/Macromedia, Corel dll. Dalam web development, user interface designer bekerja bahu-membahu dengan web programmer/developer untuk menghasilkan aplikasi web yang baik dalam hal tampilan dan fungsionalitas. Tampilan yang baik, menarik dan user friendly akan membuat aplikasi web tersebut dinilai lebih bermutu.
Kadang kala user interface designer juga disertakan dalam proyek-proyek non web, misalnya untuk membuat design icon, splash screen, logo dll. Contohnya, dewasa ini di platform Microsoft.Net dikenal adanya teknologi WPF (Windows Presentation Foundation). Dengan menggunakan teknologi ini, desain tampilan aplikasi desktop dapat dipisahkan dengan coding-nya. Seorang user interface designer dapat bekerja pada desain tampilan menggunakan XAML, sedangkan programmer/developer mengerjakan coding-nya di code-behind menggunakan C# atau VB.Net. Karena itulah profesi ini menurut saya lebih tepat dinamakan user interface designer.
User Interface Designer:
Tugas:
Mendesain user interface agar menarik dan serasi secara visual dan user friendly
Mendesain image/gambar/animasi yang akan digunakan di tampilan user interface (UI) software aplikasi
Keahlian yang Diperlukan:
Memiliki bakat/minat di seni rupa / desain visual
Memahami dasar-dasar pemprograman baik web maupun secara umum
Menguasai scripting untuk user interface seperti seperti HTML, DHTML, CSS, JavaScript, action script, XAML dll.
Menguasai tools manipulasi image dan animasi

http://amik-serang.blogspot.com/2010/02/pengembangan-software-development.html

IT Forensic

IT Forensik adalah cara untuk menganalisa suatu masalah IT berupa criminal. Banyak pelanggaran di Dunia IT yang sulit untuk diketahui adanya, seperti jejak hacker, software bajakan dan semacamnya.

KUNCI UTAMA FORENSIK IT
Terdapat empat elemen Kunci Forensik yang harus diperhatikan berkenaan dengan bukti digital dalam Teknologi Informasi, adalah sebagai berikut :
1. Identifikasi dalam bukti digital (Identification/Collecting Digital Evidence)
Merupakan tahapan paling awal dalam teknologi informasi. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan, dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah penyelidikan.
2. Penyimpanan bukti digital (Preserving Digital Evidence)
Bentuk, isi, makna bukti digital hendaknya disimpan dalam tempat yang steril. Untuk benar-benar memastikan tidak ada perubahan-perubahan, hal ini vital untuk diperhatikan. Karena sedikit perubahan saja dalam bukti digital, akan merubah juga hasil penyelidikan. Bukti digital secara alami bersifat sementara (volatile), sehingga keberadaannya jika tidak teliti akan sangat mudah sekali rusak, hilang, berubah, mengalami kecelakaan.
3. Analisa bukti digital (Analizing Digital Evidence)
Barang bukti setelah disimpan, perlu diproses ulang sebelum diserahkan pada pihak yang membutuhkan. Pada proses inilah skema yang diperlukan akan fleksibel sesuai dengan kasus-kasus yang dihadapi. Barang bukti yang telah didapatkan perlu diexplore kembali beberapa poin yang berhubungan dengan tindak pengusutan, antara lain: (a) Siapa yang telah melakukan. (b) Apa yang telah dilakukan (Ex. Penggunaan software apa), (c) Hasil proses apa yang dihasilkan. (d) Waktu melakukan. Setiap bukti yang ditemukan, hendaknya kemudian dilist bukti-bukti potensial apa sajakah yang dapat didokumentasikan.

4. Presentasi bukti digital (Presentation of Digital Evidence).
Kesimpulan akan didapatkan ketika semua tahapan tadi telah dilalui, terlepas dari ukuran obyektifitas yang didapatkan, atau standar kebenaran yang diperoleh, minimal bahan-bahan inilah nanti yang akan dijadikan “modal” untuk ke pengadilan. Proses digital dimana bukti digital akan dipersidangkan, diuji otentifikasi dan dikorelasikan dengan kasus yang ada. Pada tahapan ini menjadi penting, karena disinilah proses-proses yang telah dilakukan sebelumnya akan diurai kebenarannya serta dibuktikan kepada hakim untuk mengungkap data dan informasi kejadian.

Audit teknologi informasi atau information systems (IS)

Audit teknologi informasi atau information systems (IS) audit adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.

Audit Through The Computer
Audit through the computer adalah audit yang dilakukan untuk menguji sebuah sistem informasi dalam hal proses yang terotomasi, logika pemrograman, edit routines, dan pengendalian program. Pendekatan audit ini menganggap bahwa apabila program pemrosesan dalam sebuah sistem informasi telah dibangun dengan baik dan telah ada edit routines dan pengecekan pemrograman yang cukup maka adanya kesalahan tidak akan terjadi tanpa terdeteksi. Jika program berjalan seperti yang direncanakan, maka semestinya output yang dihasilkan juga dapat diandalkan.

Audit Around The Computer
Audit around the computer adalah pendekatan audit dimana auditor menguji keandalan sebuah informasi yang dihasilkan oleh komputer dengan terlebih dahulu mengkalkulasikan hasil dari sebuah transaksi yang dimasukkan dalam sistem. Kemudian, kalkulasi tersebut dibandingkan dengan output yang dihasilkan oleh sistem. Apabila ternyata valid dan akurat, diasumsikan bahwa pengendalian sistem telah efektif dan sistem telah beroperasi dengan baik.
Jenis audit ini dapat digunakan ketika proses yang terotomasi dalam sistem cukup sederhana. Kelemahan dari audit ini adalah bahwa audit around the computer tidak menguji apakah logika program dalam sebuah sistem benar. Selain itu, jenis pendekatan audit ini tidak menguji bagaimana pengendalian yang terotomasi menangani input yang mengandung error. Dampaknya, dalam lingkungan IT yang komplek, pendekatan ini akan tidak mampu untuk mendeteksi banyak error.

Audit With The Computer
Audit jenis inilah yang sering disebut dengan teknik audit berbantuan komputer. Jika pendekatan audit yang lain adalah audit terhadap sistem informasinya, pendekatan audit with the computer adalah penggunaan komputer untuk membantu pelaksanaan audit. Singkatnya, ketika kita melaksanakan audit menggunakan ACL atau excel, itulah audit with the computer.

http://kitakuliahlagi.blogspot.com/2012/07/perbedaan-audit-through-computer-audit.html

https://okydima.wordpress.com/2013/07/08/it-forensik-di-indonesia/

https://avanza250.wordpress.com/2013/06/22/pemeriksaan-sistem-informasi-audit-it/https://okydima.wordpress.com/2013/07/08/it-forensik-di-indonesia/

Akun Twitter @KemenkeuRI

Kementerian Keuangan Republik Indonesia atau biasa disingkat dengan Kemenku RI merupakan kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang menyelenggarakan urusan di bidang Keungan khususnya bagian Perpajakan dan Anggaran berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kemenku RI dipimpin oleh seorang Menteri Keuangan yang sejak tanggal 27 Oktober 2014 dijabat oleh Bambang Brodjonegoro.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia ini memiliki beberapa akun sosial media yang dikelola dengan baik. Salah satu di antaranya yang paling aktif adalah akun twitter dengan username @KemenkeuRI. Yang di kelola oleh Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Setelah ini akan dianalisa dan dibahas lebih dalam mengenai akun tersebut.

Analisa akun twitter @KemenkeuRI:

1.Konten Tweet

Jika diamati konten/isi dari tweet @KemenkeuRI, dapat dilihat bahwa konten cukup baik karena berisi informasi penting untuk masyarakat yang berhubungan dengan perpajakan, kegiatan kementrian keuangan, dan berita mengenai perekonomian umumnya. Selain itu juga terdapat konten yang berisi balasan mention yang masuk dari masyarakat ke akun twitter @KemenkeuRI

twitKemn

Gambar 1. Konten Informasi

2. Keaktifan

Jika diamati dari keaktifan akun @KemenkeuRI mengupdate tweet, maka akun ini dinilai merupakan akun yang aktif. Bisa dikatakan seperti itu karena dalam seharinya paling tidak ada lebih dari 10 tweet yang telah terupdate yang berisi baik hanya sekedar informasi penting untuk masyarakat maupun balasan mention dari admin kepada masyarakat.

3. Tanggapan Kasus

Dalam menanggapi kasus, akun @KemenkeuRI tidak secara langsung menanggapinya di twitter melalui kicauannya. Namun, akun @KemenkeuRI membantu menyebarkan informasi mengenai tanggapan kasus yang sumbernya langsung dari website @KemenkeuRI dan disebar melalui link seperti http://www.kemenkeu.go.id/Berita/pemerintah-canangkan-tahun-pembinaan-wajib-pajak-2015

ca

Gambar 2. Tanggapan Kasus

4. Respon Keluhan/Mention dari Masyarakat

Dalam menanggapi respon keluhan atau mention dari masyarakat, akun @KemenkeuRI merupakan akun yang Kurang responsif. Dapat dikatakan seperti itu karena dalam menjawab pertanyaan yang masuk hampir semua pertanyaan tidak dijawab dengan baik dan cepat atau bahkan out of connten.

hjg'

Gambar 3. Repson Mention Masyarakat

5. Struktur Penulisan dalam Tweet

Untuk poin struktur penulisan dalam tweet @Kemdikbud_RI, bisa dikatakan strukturnya cukup rapih dan menggunakan yang di sebut dalam twett, kulaih twett dengan memberikan point-point dalam setiap tweet dan kadang dala twett tertentu @KemenkeuRI menggunakan hastag (#) dalam setiap topic tertentu yang di kicaukan akun @Kemdikbud_RI.

has

Gambar 4. Tweet yang Menggunakan Fungsi hastag (#)

kul

Gambar 5. Kuliah Tweet akun@Kemdikbud_RI

  • Kesimpulan :

Dalam setiap poin analisa yang telah dijabarkan menurut opini pribadi penulis, sudah terbilang baik. Hanya saja untuk poin dalam membalas tweet kadang kurang tanggap dan para follower akun  @KemenkeuRI  memberika twwtt yang kurang pas dengan pok yang baru saja di tweet akun  @KemenkeuRI, terakhir mengenai struktur penulisan tweet perlu adanya perbaikan dari sisi admin. Hal tersebut cukup penting karena sebagai akun pemerintahan sebaiknya menggunakan struktur penulisan yang juga baik agar dapat enak untuk dilihat. Selebihnya sudah baik dan tinggal bagaimana pengembangan selanjutnya agar bisa lebih baik lagi.

Kriteria Manager Proyek Yang Baik

Manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan dan teknologi. Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.

Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:

– Pengarahan yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
– Rancangan organisasi dan pekerjaan.
– Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
– Sistem komunikasi dan pengendalian.
– Sistem reward.

Hal tersebut memang tidak mengherankan karena posisi Manajer Proyek memegang peranan kritis dalam keberhasilan sebuah proyek terutama di bidang teknologi informasi. Berikut ini kualifikasi teknis maupun nonteknis yang harus dipenuhi seorang Manajer Proyek:
• Karakter Pribadinya
• Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola
• Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin

Karakter Pribadi yang Harus Dimiliki Seorang Manager Proyek:

1. Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
2. Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
3. Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
4. Asertif
5. Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.

Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin:

1. Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.
2. Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.
3. Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
4. Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
5. Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
6. Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
7. Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya.
8. Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat.
9. Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
10. Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.

Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola

1. Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.
2. Pelaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
3. Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
4. Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
5. Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
6. Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
7. Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
8. Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.
9. Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.
10. Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.

Skill yang Dibutuhkan Manager Proyek:
Shtub (1994) menggambarkan diagram kemampuan yang penting untuk dimiliki oleh seorang manajer proyek. Diantaranya adalah:
• Problem Solving, kemampuan manajer dalam menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien.
• Budgeting and Cost Skills, Kemampuan dalam hal membuat anggaran biaya proyek, analisis kelayakan investasi agar keuangan proyek dapat berjalan optimal sesuai dengan keinginan penyedia dana.
• Schedulling and Time Management Skills, kemampuan untuk menjadwalkan proyek.
• Technical Skills, Kemampuan teknis melingkupi pengetahuan dan pengalaman dalam hal proyek itu sendiri, dengan mengetahui prosedur-prosedur dan mekanisme proyek. Kemampuan teknis biasanya di dapat dari penimbaan ilmu khusus di bangku formal, misalnya Institut Manajemen Proyek, dan sebagainya.
• Leadership Skills, Kepemimpinan menjadi salah satu peranan penting yang dimiliki oleh seorang manajer proyek. Apa yang dilakukan oleh manajer proyek menendakan bagaimana seharusnya orang lain atau timnya bekerja. Dengan ini manajer proyek dapat mempengaruhi bagaimana orang lain dapat bertindak dan bereaksi terhadap isu-isu proyek.
• Resource Management and Human Relationship Skills, Pemakaian sumber daya adalah masalah utama bagi para manajer proyek.
• Communication Skills, Perencanaan sebuah proyek akan menjadi tidak berguna ketika tidak ada komunikasi yang efektif antara manajer proyek dengan timnya.
• Negotiating Skills, Untuk memperoleh simpati dan dukungan dari manajemen atas, kemampuan negosiasi dititik beratkan disini.
• Marketing, Contracting, Customer Relationship Skills, Kemampuan menjual tidak hanya dimiliki oleh marketer saja, akan tetapi manajer proyek harus memiliki kemampuan untuk memasarkan hasil proyeknya, karena akan sangat tragis ketika sebuah proyek yang sukses secara implementatif, tetapi outputnya tidak dibutuhkan oleh para penggunanya.

Kompetensi yang Harus Dimiliki Manajer Proyek:
* Kompetensi Pencapaian Bisnis
* Kompetensi Pemecahan Masalah
* Kompetensi Pengaruh
* Kompetensi Manajemen diri dan orang lain

Sumber :
http://www.lintasberita.com/Lifestyle/Relations/kriteria-manager-proyek-yang-baik
http://nayay.wordpress.com/2010/03/08/manager-proyek/
http://saiiamilla.wordpress.com/2011/05/13/kriteria-manager-proyek-yang-baik/
http://ria-ajah.blogspot.com/2011/05/kriteria-manager-proyek-yang-baik.html